Himno a Real Madrid

De las glorias deportivas
que campean por España
va el Madrid con su bandera
limpia y blanca que no empaña.
Club castizo y generoso
todo nervio y corazon
veteranos y noveles
veteranos y noveles
miran siempre sus laureles
con respeto y emocion.

Hala Madrid, hala Madrid
noble y belico adalid
caballero del honor.
Hala Madrid, hala Madrid
a triunfar en buena lid
defendiendo tu color

Hala Madrid, hala
Madrid, hala Madrid.

Enemigo en la contienda
cuando pierde da la mano
sin envidias ni rencores
como bueno y fiel hermano.

Los domingos por la tarde
caminando a Chamarten
las mocitas madrilenas
las mocitas madrilenas
van alegres y risuenas
porque hoy juega su Madrid.

Hala Madrid, hala Madrid
noble y belico adalid
caballero del honor.
Hala Madrid, hala Madrid
a triunfar en buena lid
defendiendo tu color
Hala Madrid, hala
Madrid, hala Madrid.

Top 10 Kapten Real Madrid

Pada tahun lalu bleacherreport.com, mengadakah survei untuk memilih 10 kapten Real Madrid paling top sepanjang masa. Berikut adalah hasilnya.

Miguel Muñoz Mozún
Negara: Spanyol
Posisi: Midfielder
Musim di Madrid: 1948-1958
Sebagai Kapten: 1948-1958
PENGHARGAAN:
Liga Champions: 1955–56, 1956–57, 1957–58
Liga BBVA: 1953–54, 1954–55, 1956–57, 1957–58

Francisco Gento López
Negara: Spanyol
Posisi: Striker
Musim di Madrid: 1953-1971
Sebagai Kapten: 1961-1971
PENGHARGAAN:
Piala Interkontinental: 1960
Liga Champions: 1955–56, 1956–57, 1957–58, 1958–59, 1959–60, 1965–66
Liga BBVA: 1953–54, 1954–55, 1956–57, 1957–58, 1960–61, 1961–62, 1962–63, 1963–64, 1964–65, 1966–67, 1967–68, 1968–69
Copa del Rey: 1961–62, 1969–70

José María Zárraga Martín
Negara: Spanyol
Posisi: Midfielder
Musim di Madrid: 1951-1962
Sebagai Kapten: 1958-1961
PENGHARGAAN:
Piala Interkontinental: 1960
Liga Champions: 1955–56, 1956–57, 1957–58, 1958–59, 1959–60
Liga BBVA: 1953–54, 1954–55, 1956–57, 1957–58, 1960–61, 1961–62
Copa del Rey: 1961–62

Ignacio Zoco Esparza
Negara: Spanyol
Posisi: Midfielder/Defender
Musim di Madrid: 1962-1974
Sebagai Kapten: 1971-1974
PENGHARGAAN:
Liga Champions: 1965–66
Liga BBVA: 1962–63, 1963–64, 1964–65, 1966–67, 1967–68, 1968–69, 1971–72
Copa del Rey: 1969–70, 1973–74

Amancio Amaro Varela
Negara: Spain
Posisi: Striker
Musim di Madrid: 1962-1976
Sebagai Kapten: 1974-1976
PENGHARGAAN:
Liga Champions: 1965–66
Liga BBVA: 1962–63, 1963–64, 1964–65, 1966–67, 1967–68, 1968–69, 1971–72, 1974–75, 1975–76
Copa del Rey: 1969–70, 1973–74, 1974–75
PENGHARGAAN PRIBADI
Top Skorer: 1968–69, 1969–70

José Martínez Sánchez (Pirri)
Negara: Spanyol
Posisi: Midfielder
Musim di Madrid: 1964-1980
Sebagai Kapten: 1976-1979
PENGHARGAAN:
Liga Champions: 1965–66
Liga BBVA: 1964–65, 1966–67, 1967–68, 1968–69, 1971–72, 1974–75, 1975–76, 1977–78, 1978–79, 1979–80
Copa del Rey: 1969–70, 1973–74, 1974–75, 1979–80

Carlos Alonso González (Santillana)
Negara: Spanyol
Posisi: Striker
Musim di Madrid: 1971-1988
Sebagai Kapten: 1979-1988
PENGHARGAAN:
Liga Europa: 1984–85, 1985–86
Liga BBVA: 1971–72, 1974–75, 1975–76, 1977–78, 1978–79, 1979–80, 1985–86, 1986–87, 1987–88
Copa del Rey: 1973–74, 1974–75, 1979–80, 1981–82
Piala Super Spanyol: 1984–85

Manuel Sanchís Hontiyuelo
Negara: Spanyol
Posisi: Defender
Musim di Madrid:1983-2001
Sebagai Kapten: 1988-2001
PENGHARGAAN:
Liga Champions: 1997–98, 1999–00
Liga Europa: 1984–85, 1985–86
Piala Interkontinental: 1998; Runner-up 2000
Liga BBVA: 1985–86, 1986–87, 1987–88, 1988–89, 1989–90, 1994–95, 1996–97, 2000–01
Copa del Rey: 1988–89, 1992–93; Runner-up 1989–90, 1991–92, 2001–02
Piala Super Spanyol 1988, 1989, 1990, 1993, 1997;
Copa del Rey: 1984–85

Fernando Hierro
Negara: Spanyol
Posisi: Defender/ Defensive Midfielder.
Musim di Madrid: 1989-2003
Sebagai Kapten: 2001-2003
PNGHARGAAN:
Liga Champions: 1997–98, 1999–2000, 2001–02
Piala Super Eropa: 2002
Piala Interkontinental: 1998, 2002
Liga BBVA: 1989–90, 1994–95,1996–97,2000–01,2002–03
Copa del Rey: 1992–93
Piala Super Spanyol: 1990, 1993, 1997, 2001
PENGHARGAAN PRIBADI
UEFA Best Defender: 1997–98
FIFA World Cup: All-star team 2002

Raúl González Blanco
Negara: Spanyol
Posisi: Striker
Musim di Madrid: 1994-2010
Sebagai Kapten: 2003-2010
PENGHARGAAN:
Liga BBVA: 1994–95, 1996–97, 2000–01, 2002–03, 2006–07, 2007–08
Piala Super Spanyol: 1997, 2001, 2003, 2008
Liga Champions: 1997–98, 1999–00, 2001–02
Piala Super Eropa: 2002
Piala Interkontinental: 1998, 2002
PENGHARGAAN PRIBADI:
Intercontinental Cup Best Player: 1998
IFFHS Best Forward: 1999
Top Scorer Liga BBVA: 1999, 2001
UEFA Champions League Top Scorer: 1999–2000, 2000–01
UEFA Club Forward of the Year: 1999–2000, 2000–01, 2001–02
Trofeo Alfredo Di Stéfano: 2008
In the World Team of the Decade by Mirror Football: 2009
Marca Leyenda: 2009

 

Pemain Legenda Real Madrid dari Masa ke Masa

Santiago Bernabeu Yeste (1911-1928)
Santiago Bernabéu Yeste (lahir di Almansa, Spanyol, 8 Juni 1895 – meninggal 2 Juni 1978 pada umur 82 tahun) merupakan seorang pemain sepak bola asal Spanyol. Ia hanya memperkuat satu klub saja selama kariernya yaitu Real Madrid sejak tahun 1911-1928 yang berposisi sebagai penyerang. Ia kemudian terpilih menjadi presiden Real Madrid pada era 1940-an dan ia sukses membangun Real Madrid menjadi sebuah klub yang besar dan sukses di daratan Spanyol dan Eropa.
Alfredo Di Stefano (1953-1964)

Alfredo Di Stéfano (lahir di Provinsi Buenos Aires, Argentina, 4 Juli 1926) merupakan seorang pemain sepak bola dan pelatih berkebangsaan Spanyol. Dia pernah membela klub utamanya seperti River Plate, Huracán, Millonarios, Real Madrid, dan Espanyol. Selama kariernya sebagai gelandang serang di tim Real Madrid sejak 1953-1964, Alfredo Di Stefano mencetak gol sebanyak 246 dari 302 penampilan. Di timnas Spanyol, dia mencetak 23 gol dari 31 penampilannya. Saat ini ia merupakan presiden kehormatan tim Spanyol, Real Madrid.

Francisco Gento Lopez(1953-1971)
Francisco Gento Lopez  (lahir di Guarinzo, Spanyol, 21 Oktober 1933) merupakan seorang pemain sepak bola asal Spanyol. Dia pernah membela klub utamanya seperti Racing Santander dan Real Madrid. Selama kariernya di tim Real Madrid sejak 1953-1971, Francisco Gento Lopez berposisi sebagai penyerang. Dia juga merupakan salah satu pemain timnas Spanyol pada masa itu.
Raymond Kopaszewski (1956-1959)

Raymond Kopaszewski (lahir di Noeux-les-Mines, Perancis, 13 Oktober 1931) merupakan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Perancis. Dia pernah bermain untuk klub utamanya seperti Angers SCO, Stade Reims, dan Real Madrid. Selama kariernya sebagai gelandang di tim Real Madrid sejak 1956-1959, Raymond Kopaszewski bermain 79 kali dan mencetak 24 gol. Di timnas Perancis, dia bermain 45 kali dan mencetak 18 gol. Hasilnya membawa negaranya menjadi juara ketiga Piala Dunia FIFA 1958.

Vicente Del Bosque Gonzalez (1968-1984)
Vicente del Bosque González adalah mantan pesepakbola asal Spanyol yang saat ini menjadi pelatih tim nasional Spanyol. Sebagian besar karier kepelatihannya dihabiskan di Real Madrid. Bersama Real Madrid Del Bosque meraih 2 gelar La Liga, 1 Piala Super Spanyol, 2 Gelar Liga Champions UEFA, 1 Piala Super Eropa, dan 1 Piala Interkontinental. Del Bosque juga dinobatkan sebagai pelatih paling sukses dalam sejarah klub ibukota Spanyol tersebut. Dia melatih Spanyol di ajang Piala Dunia 2010. Pada 11 Juli 2010, del Bosque menjadi pelatih pertama yang mengantarkan tim nasional Spanyol sebagai juara dunia setelah di partai final Piala Dunia mengalahkan Belanda dengan skor 1-0.
Carlos Alonso Gonzales Santilana (1971-1988)

Carlos Alonso González (lahir di Spanyol, 23 Agustus 1952) merupakan seorang pemain sepak bola asal Spanyol. Dia pernah membela klub utamanya seperti Racing Santander dan Real Madrid. Selama kariernya di tim Real Madrid sejak 1971-1988, Carlos Alonso González berposisi sebagai penyerang dan mencetak 186 gol dari 461 penampilannya. Dia juga merupakan salah satu penyerang timnas Spanyol yang sangat produktif pada masa itu.

Jose Antonio Camacho (1973-1989)
Jose Antonio Camacho (lahir di Spanyol, 8 Juni 1955) merupakan salah satu bek legendaris yang pernah dimiliki Real Madrid. Berposisi sebagai bek kiri, Camacho terkenal sebagai bek yang lugas dan tak kenal kompromi. Sepanjang kariernya, dia telah mengabdi selama 15 musim dan memperkuat Madrid lebih dari 500 pertandingan.
Miguel Porlan Chendo(1982-1998)
Miguel Porlán Noguera (lahir di Totana, Spanyol, 12 Oktober 1961) merupakan mantan pemain sepak bola asal Spanyol yang terkenal saat bergabung bersama Real Madrid. Posisinya dalam bermain adalah sebagai pemain bertahan. Ia sempat tampil dalam dua kali Piala Dunia.
Emilio Butragueno Santos (1982-1995)

Emilio Butragueño Santos (lahir di Madrid, Spanyol, 22 Juli 1963) merupakan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Spanyol. Dia pernah membela klub utamanya seperti Real Madrid Castilla, Real Madrid, dan Club Celaya. Di Real Madrid dia mengoleksi 123 gol dari 341 penampilan. Di timnas Spanyol, dia bermain 69 kali dan mencetak 26 gol.

Manuel Sanchiz Hontiyuelo (1983-2001)
Manuel Sanchiz Hontiyuelo (lahir di Madrid, Spanyol, 23 Mei 1965) merupakan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Spanyol. Dia pernah membela klub utamanya seperti Real Madrid Castilla dan Real Madrid. Di Real Madrid dia bermain di posisi sayap, selama kariernya dia mengoleksi 33 gol dari 524 penampilan. Di timnas Spanyol, dia bermain 48 kali dan mencetak 1 gol.
Jorge Alberto Valdano Castelano (1984-1987)
Jorge Alberto Valdano Castelano (lahir di  Las Parejas, Argentina, 4 oktober 1955) merupakan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Argentina. Dia pernah membela klub utamanya seperti Deportivo, Real Zaragoza, dan Real Madrid. Di Real Madrid dia bermain di posisi gelandang serang, selama kariernya di Real Madrid dia mengoleksi 40 gol dari 85 penampilan. Di timnas Argentina, dia bermain 23 kali dan mencetak 7 gol.
Hugo Sanchez (1985-1992)
Hugo Sánchez Márquez (lahir di Ciudad de México, Meksiko, 11 Juli 1958) merupakan mantan pemain sepak bola asal Meksiko yang terkenal saat bergabung bersama Real Madrid. Hugo Sanches merupakan salah satu penyerang tersubur yang pernah dimiliki Real Madrid, selama kariernya di Real Madrid dia telah mencetak 164 gol dari 207 penampilannya. Posisinya dalam bermain adalah sebagai penyerang. Ia sempat tampil dalam tiga kali Piala Dunia FIFA. Kini ia bekerja sebagai penyiar olahraga untuk saluran televisi Univision.
Francisco Buyo Cabral (1986-1997)
Francisco Buyo Cabral (lahir di Betanzos, Spanyol, 13 Januari 1958) merupakan mantan pemain sepak bola asal Spanyol yang pernah bermain untuk tim Real Madrid selama 11 tahun mulai 1986-1997. Francisco Buyo Cabral merupakan pemain yang berposisi sebagai penjaga gawang. Selama di Real Madrid dia bermain sebanyak 343 penampilan.
Fernando Ruiz Hierro (1989-2003)
Fernando Hierro (lahir di Vélez-Málaga, Málaga, Spanyol, 23 Maret 1968) adalah seorang mantan pemain sepak bola Spanyol. Ia dapat berposisi sebagai bek tengah ataupun gelandang bertahan. Fernando Hierro bermain untuk tim Real Madrid selama 14 tahun mulai 1989-2003. Selama Kariernya di tim Real Madrid ia mencetak 102 gol dari 439 penampilannya. Di timnas Spanyol, dia bermain 89 kali dan mencetak 29 gol.
Ivan Luis Zamorano (1992-1996)
 
Iván Luis Zamorano Zamora (lahir di Santiago, Chili, 18 Januari 1967) merupakan seorang mantan pemain sepak bola berkebangsaan Chili. Dia pernah bermain di klub utamanya seperti Cobresal, Cobreandino, FC St. Gallen, Sevilla, Real Madrid, Internazionale, América, dan Colo-Colo. Selama kariernya di tim Real Madrid sebagai penyerang ia mengoleksi 77 gol dari 137 penampilannya.

Fernando Carlos Redondo Neri (1994-2000)

Fernando Carlos Redondo Neri (lahir di Adrogué, Argentina, 6 Juli 1969) merupakan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Argentina. Dia pernah bermain di klub utamanya seperti Argentinos Juniors, CD Tenerife, Real Madrid, dan AC Milan. Selama kariernya di tim Real Madrid sebagai gelandang bertahan, ia mengoleksi 4 gol dari 165 pertandingan. Di timnas Argentina, dia bermain 29 kali dan mencetak 1 gol.

Jose Maria Gutirez (1995-2010)
Jose Maria Gutirez (lahir di Torrejón de Ardoz, Spain, 31 Oktober 1976) merupakan pemain sepak bola berkebangsaan Spanyol. Dia banyak menghabiskan karier sepak bolanya di tim Real Madrid mulai dari Real Madrid C, Real Madrid B, dan tim Real Madrid senior. Selama kariernya di tim Real Madrid sebagai gelandang, ia mengoleksi 46 gol dari 387 pertandingan. Di timnas Spanyol, dia bermain 14 kali dan mencetak 3 gol.
Roberto Carlos (1996-2007)
Roberto Carlos (lahir di GarçaSão PauloBrasil10 April 1973) merupakan seorang pemain sepak bola Brasil. Ia berposisi sebagai Bek sayap kiri. Saat ini ia bermain untuk Anzhi Makhachkala di Rusia. Ia pernah bermain untuk tim Real Madrid dan tim nasional Brasil. Roberto dikenal sebagai pemain yang memiliki tendangan yang keras. Selama kariernya bersama Real Madrid ia mengoleksi 47 gol dari 370 penampilannya. Di timnas Brazil, dia bermain 125 kali dan mencetak 11 gol.
Michel Salgado (1999-2009)
Michel Salgado (lahir di Torrejón de As Neves, Spanyol, 22 Oktober 1975) merupakan pemain sepak bola berkebangsaan Spanyol. Ia pernah bermain di klub utamanya seperti Celta, Salamanca, dan Real Madrid. Selama kariernya di tim Real Madrid sebagai bek kanan, ia mengoleksi 4 gol dari 254 pertandingan. Ia memperkuat timnas Spanyol sebanyak 53 kali.
Ivan Helguera (1999-2007)
Iván Helguera Bujía (lahir di Santander, Spanyol, 28 Maret 1975) merupakan mantan pemain sepak bola asal Spanyol yang terkenal saat bergabung bersama Real Madrid. Posisinya dalam bermain adalah sebagai pemain tengah. Helguera pensiun pada akhir musim 2007-08 bersama Valencia. Selama kariernya bersama tim Real Madrid sebagai bek tengah, ia mengoleksi 18 gol dari 229 penampilannya.
Claude Makelele (2000-2003)
 

Claude Makélelé Sinda (lahir di Kinshasa, Kongo, 18 Februari 1973) adalah mantan pemain sepak bola profesional asal Perancis. Sewaktu masih menjadi pemain profesional, Makélelé bermain sebagai gelandang bertahan. Makélelé pernah bermain untuk Nantes, Marseille, Celta Vigo, Real Madrid, Chelsea, dan Paris Saint-Germain. Bersama Real Madrid, Makélelé meraih gelar juara Liga Champions UEFA dan dua gelar juara La Liga.

Ronaldo Luiz Nazario De Lima (2002-2008)
Ronaldo Luís Nazário de Lima (lahir di Bento Ribeiro, Brasil, 22 September 1976; umumnya dipanggil Ronaldo saja) adalah seorang pemain sepak bola Brasil yang sangat terkenal. Ronaldo pernah bermain untuk Cruzeiro, PSV Eindoven, FC Barcelona, Inter Milan, Real Madrid, dan AC Milan. Selama kariernya di tim Real Madrid ronaldo mengoleksi 83 gol dari 127 penampilannya. Ia biasanya bermain sebagai penyerang dan saat ini bermain bagi klub Corinthians. Julukannya adalah Il Fenômeno (“Sang Fenomena”)
David Robert Joseph Beckham (2003-2007)
David Robert Joseph Beckham (lahir di Leytonstone, London, 2 Mei 1975) adalah seorang pemain sepak bola Inggris yang sejak 1 Juli 2007 memperkuat LA Galaxy di Major League Soccer di Amerika Serikat. Sebelumnya ia pernah bermain di Manchester United dan Real Madrid. Selama kariernya memperkuat tim ibu kota spanyol Real Madrid Beckham mengoleksi 13 gol dari 116 pertandingan. Beckham mahir dalam umpan silang dan tendangan bebas melengkung. Istrinya adalah Victoria Beckham, mantan personel grup musik Spice Girls.
Zinedine Zidane (2001-2006)

Zinedine Yazid Zidane (IPA: [ˌzineˈdin jaziːd ziˈdan]; bahasa Arab: زين الدين زيدان, Zainuddin Zidan lahir 23 Juni 1972) yang terkenal dan populer dengan panggilan Zizou adalah seorang pesepak bola Perancis keturunan Aljazair. Posisinya adalah gelandang menyerang. Memulai karier sebagai pemain di klub AS Cannes, ia kemudian bermain di Bordeaux, Juventus dan terakhir Real Madrid. Bersama Real Madrid ia mengoleksi 37 gol dari 155 pertandingan. Ia pensiun dari sepak bola klub pada tahun 2006 dan pensiun dari tim nasional sepak bola Perancis setelah Piala Dunia 2006. Ia juga sempat memegang rekor sebagai pemain termahal di dunia saat di transfer dari Juventus ke Real Madrid pada musim 2001-02 dengan nilai 46 juta poundsterling. Sebagai pesepak bola kelas dunia, Zidane telah mengenyam banyak prestasi, diantaranya dua gelar Serie-A bersama Juventus, satu gelar Liga Champions Eropa dan satu gelar La Liga bersama Real Madrid. Zidane juga sukses mengantar Perancis menjadi juara dunia Piala Dunia 1998 dan juara Piala Eropa 2000. Bersama sahabatnya Ronaldo, Zidane menjadi pemain sepak bola yang mampu meraih gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA sebanyak tiga kali. Ia juga pernah meraih Ballon d’Or di tahun 1998.

Raul Gonzalez Blanco (1992-2010)

 

Raul Gonzalez Blanco, biasa dipanggil Raul (lahir di San Mamez,Madrid, Spanyol 27 Juni 1977) adalah seorang pemain sepak bola yang berasal dari Spanyol. Ia telah bermain untuk Real Madrid di tingkat senior sejak 1992. dan ia menjabat sebagai kapten sejak 2003-2010. Ia telah bermain lebih dari 100 pertandingan untuk tim nasional Spanyol dan merupakan pencetak gol terbanyak yaitu 47 gol. Ia tampil bersama Spanyol pada Piala Dunia 1998, Euro 2000, Piala Dunia 2002,Euro 2004, dan Piala Dunia 2006. Raul juga menempati urutan ke 12 untuk pencetak gol terbanyak di sejarah sepak bola Spanyol dengan 185 gol dari 418 pertandingan. Semua gol tersebut adalah untuk Real Madrid, dan itu membuat ia menempati urutan ketiga sebagai pencetak gol terbanyak di Real Madrid sepanjang waktu. Saat ia bermain, ia menggunakan kaus bernomor 7 untuk Spanyol, Real Madrid, dan klub baru nya, Schalke 04.

Realmadrid 1956

Foto selebrasi kemenangan pertama Real Madrid meraih gelar juara diajang Piala Eropa yang kini dikenal dengan nama Liga Champions Eropa (1956)

Goal History & Player Award

GOAL HISTORY

1st Goal Real Madrid: Artur Jhonson (05/13/1902), Madrid 1 – Barcelona 3
1st League goal: Jaime Lazcano (02/10/1929), Real Madrid 5 – Europa 0
Goal Ke-1000: Manuel Fernández Pahiño (11/5/1950)
Goal Ke-2000: Francisco Gento (9/11/63)
Goal Ke-3000: Juan Gómez “Juanito” (1/20/82)
Goal Ke-4000: Iván Zamorano (12/22/94)
Score Terbaik: Real Madrid 11 – Elche 2 (1959-60)
Score Terburuk: Espanyol 8 – Real Madrid 1 (1929-30)
Posisi Terbaik Liga: Pemimpin Klasmen (Selama 30 kali)
Posisi Terburuk Liga: Posisi Ke-10 (1947-48)

PLAYER AWARD

Ballon d’Or
Alfredo Di Stéfano (1957, 1959)
Raymond Kopa (1958)
Luís Figo (2000)
Michael Owen (2001)
Ronaldo (2002)
Fabio Cannavaro (2006)

Silver
Raymond Kopa (1959)
Ferenc Puskás (1960)
Predrag Mijatović (1997)
Davor Šuker (1998)
Raúl (2001)
Roberto Carlos (2002)

Bronze
Raymond Kopa (1956, 1957)
Amancio (1964)
Emilio Butragueño (1986, 1987)

FIFA World Player
Luís Figo (2001)
Ronaldo (2002)
Zinedine Zidane (2003)
Fabio Cannavaro (2006)

Golden Boot
Hugo Sánchez 38 goals (1990)
Cristiano Ronaldo 40 goals (2011)

Pichichis
Manuel Olivares 16 goals(1932-33)
Pahiño 28 goals (1951-52)
Alfredo Di Stéfano 27 goals (1953-54), 24 goals (1955-56), 31 goals (1956-57), 19 goals (1957-58) dan 23 goals (1958-59)
Ferenc Puskás: 26 goals (1959-60), 27 goals (1960-61), 26 goals (1962-63) dan 20 goals (1963-64)
Amancio: 14 goals (1968-69) dan 16 goals (1969-70)
Juanito: 17 goals (1983-84)
Hugo Sánchez: 22 goals (1985-86), 34 goals (1986-87), 29 goals (1987-88) dan 38 goals (1989-90)
Emilio Butragueño: 19 goals (1990-91)
Iván Zamorano: 28 goals (1994-95)
Raúl: 25 goals (1998-99) dan 24 goals (2000-01)
Ronaldo: 24 (2003-2004)
Ruud Van Nistelrooy: 25 goals (2006-2007)
Cristiano ronaldo: 40 goals (2010-2011)

 

 

Catatan Pretasi Realmadrid

Prestasi Realmadrid

Juara Piala Eropa / Liga Champions 9 kali (1955/56, 1956/57, 1957/58, 1958/59, 1959/60, 1965/66, 1997/98, 1999/2000, 2001/02)

Juara Intercontinental / Piala Dunia Antarklub 3 kali (1960, 1998, 2002)

Juara Piala UEFA 2 kali (1984/85, 1985/86)

Juara Piala Super Eropa 1 kali (2002)

Juara Primera Liga 31 kali (1931/32, 1932/33, 1953/54, 1954/55, 1956/57, 1957/58, 1960/61, 1961/62, 1962/63, 1963/64, 1964/65, 1966/67, 1967/68, 1968/69, 1971/72, 1974/75, 1975/76, 1977/78, 1978/79, 1979/80, 1985/86, 1986/87, 1987/88, 1988/89, 1989/90, 1994/95, 1996/97, 2000/01, 2002/03, 2006/07, 2007/08)

Juara Copa del Rey 18 kali (1904/05, 1905/06, 1906/07, 1907/08, 1916/17, 1933/34, 1935/36, 1945/46, 1946/47, 1961/62, 1969/70, 1973/74, 1974/75, 1979/80, 1981/82, 1988/89, 1992/93, 2010/11)

Juara Copa de la Liga 1 kali (1984/85)

Juara Piala Super Spanyol termasuk Copa Eva Duarte 9 kali (1947, 1988, 1989, 1990, 1993, 1997, 2001, 2003, 2008)

Stadion Santiago Bernabéu

Stadion Santiago Bernabéu

Nama Lama: Stadion Chamartín (1947-1955)

Lokasi: Avenida de Concha Espina 1, E28036, Madrid, Spanyol

Mulai Pembangunan: 27 Oktober 1944

Awal dibuka: 14 Desember 1947

Direnovasi : 1982, 2001

Diperbesar: 1953, 1992, 1994, 2011

Pemilik : Real Madrid

Operator : Real Madrid

Permukaan Lapangan: Desso GrassMaster

Biaya Pembangunan: (€ 1.732.943)

Arsitek Pembangunan: Manuel Muñoz Monasterio, Luis AlemanySoler; Antonio Lamela

Kapasitas: 81.254 (stadion), 4.200 (suite)

Rekor Penonton: 120.000 orang (Real Madrid vs Fiorentina, 30 Mei 1957)

Ukuran Lapangan: 105 m × 68 m

Link buat yg mau liat Stadion Santiago Bernabéu lebih detail

http://www.digital-door.com/facebook…gobernabeu.htm

Stadion Realmadrid

Setelah pindah kandang ke Campo de O’Donnell pada tahun 1912-yang kemudian bertahan untuk sebelas tahun, klub kemudian pindah kandang ke Campo de Ciudad Lineal selama setahun. Campo de Ciudad Lineal merupakan sebuah tanah kecil dengan kapasitas 8.000 penonton. Setelah itu, Real Madrid pindah kandang ke Stadion Chamartín yang diresmikan pada tanggal 17 Mei 1923 dengan pertandingan melawan Newcastle United. Pada stadion yang memiliki kapasitas 22.500 penonton ini, Real Madrid merayakan gelar Liga Spanyol-nya yang pertama. Setelah beberapa keberhasilan dan seiring terpilihnya Santiago Bernabéu Yeste sebagai presiden klub, ia kemudian memutuskan bahwa Stadion Chamartín tidak cukup besar untuk ambisi klub sebesar Madrid. Ia kemudian membangun sebuah stadion baru yang kemudian diresmikan pada tanggal 14 Desember 1947. Stadion tersebut adalah Stadion Santiago Bernabéu yang dipakai sampai saat ini, meskipun stadion ini tidak memakai nama tersebut sampai tahun 1955. Pertandingan pertama yang diadakan di Bernabéu dimainkan antara Real Madrid dan klub Portugal C.F. Os Belenenses, dan dimenangkan oleh Real Madrid dengan skor akhir 3–1, dan gol pertama dicetak oleh Sabino Barinaga Alberdi.

Kapasitas stadion kemudian berubah pada 1953, seiring renovasi yang dilakukan, sehingga membuat kapasitas penonton memuncak menjadi 120.000 penonton. Sejak itu beberapa modernisasi dilakukan pada stadion, salah satunya meniadakan tempat menonton berdiri pada 1998–1999 seiring peraturan UEFA. Perubahan terakhir dilakukan pada tahun 2003, yaitu peningkatan sekitar lima ribu kursi sehingga kapasitas stadion menjadi 81.254. Sebuah rencana untuk menambahkan atap yang dapat dibuka juga telah diumumkan kepada publik.

Stadion Bernabéu telah menyelenggarakan beberapa pertandingan kelas dunia, di antaranya Final Piala Negara Eropa 1964, Final Piala Dunia FIFA 1982, serta Final Piala Eropa/Liga Champions UEFA tahun 1957, 1969, 1980, dan 2010. Stadion ini juga memiliki jaringan transportasi sendiri, yaitu sebuah stasiun metro yang juga dinamai Santiago Bernabéu. Pada tanggal 14 November 2007, Stadion Bernabéu mendapatkan status sebagai Stadion Elite UEFA.

Pada tanggal 9 Mei 2006, Stadion Alfredo Di Stéfano diresmikan di Madrid di mana Real Madrid kini biasa berlatih. Pertandingan perdana yang dimainkan di sana adalah antara Real Madrid dan Stade de Reims, sebuah pertandingan ulangan dari Final Piala Eropa 1956. Real Madrid memenangkan pertandingan dengan skor 6–1 dengan gol dari Sergio Ramos, Antonio Cassano (2), Roberto Soldado (2), dan José Manuel Jurado. Tempat ini sekarang merupakan bagian dari Ciudad Real Madrid, fasilitas pelatihan baru klub yang berlokasi di luar Madrid, tepatnya di Valdebebas. Stadion ini menampung 5.000 orang, dan menjadi kandang dari klub Real Madrid Castilla. Nama stadion ini diambil dari mantan bintang Real Madrid, Alfredo Di Stéfano.

Logo & Jersey Realmadrid

Lambang klub pertama Real Madrid adalah desain sederhana dengan sebuah jalinan dekoratif dan tiga huruf kapital yang dituliskan sebagai “MCF” yang merupakan singkatan dari Madrid Club de Futbol yang dibalut warna biru gelap dalam kostum warna putih. Perubahan pertama lambang klub terjadi pada tahun 1908, ketika mereka mengadopsi bentuk yang lebih ramping dan penempatan huruf inisial klub di dalam lingkaran. Perubahan berikutnya dari logo kemudian tidak terjadi sampai Pedro Parages menjadi presiden klub pada tahun 1920. Pada saat itu, Raja Alfonso XIII memberikan nama tambahan bagi Madrid, yaitu “Real” yang diterjemahkan secara bebas sebagai “Kerajaan” yang kemudian membuat klub dikenal dengan nama “Real Madrid”. Sebagai perubahannya, mahkota simbol kerajaan dari Alfonso ditambahkan ke bagian atas logo dan kemudian menjadi gaya tersendiri dari klub Real Madrid Club de Futbol. Seiring pembubaran monarki pada tahun 1931, semua simbol-simbol kerajaan (mahkota di bagian atas logo dan kata-kata Real) dihilangkan. Mahkota kemudian digantikan oleh strip murbei gelap yang mencirikan Region Castile. Pada tahun 1941—dua tahun setelah berakhirnya Perang Saudara Spanyol-simbol dan tulisan “Corona Real” atau “Royal Crown” yang sempat dihilangkan, dipulihkan dan dipadukan dengan garis murbei Castile. Selain itu di bagian atas logo juga dibuat penuh warna, dengan warna emas yang paling signifikan, dan klub ini kembali disebut Real Madrid Club de Futbol. Modifikasi terbaru di bagian atas logo terjadi pada tahun 2001 ketika klub ingin lebih menonjolan citra untuk abad ke-21 dengan menstandarkan bagian atas logonya. Salah satu modifikasi yang dilakukan adalah mengubah garis murbei biru tua dengan warna biru yang agak cerah.

Warna tradisional kostum Real Madrid untuk pertandingan kandang adalah putih, meskipun awalnya mengadopsi garis miring biru di kaus mereka (desain itu disimpan di logo klub), tetapi sekarang ini desain tersebut tidak dipakai lagi. Kaus kaki pertama yang dipakai berwarna biru gelap. Kaus bergaris biru kemudian digantikan oleh kaus polos berwarna putih yang mengadopsi model dari klub Corinthian F.C. pada tahun 1902. Pada tahun yang sama, kaus kaki biru diganti dengan warna hitam. Pada awal 1940-an, manajemen tim mengganti model kostum mereka dengan menambahkan kancing pada kaus mereka dan penempatan logo klub di sebelah kiri yang bertahan sampai saat ini. Pada 23 November 1947, dalam pertandingan melawan Atletico Madrid di Stadion Metropolitan, Real Madrid menjadi tim Spanyol pertama yang mengenakan kaus bernomor. Sementara, warna tradisional kostum Real Madrid untuk pertandingan tandang adalah hitam atau terkadang ungu.

Perlengkapan klub saat ini diproduksi oleh Adidas yang kontraknya dimulai sejak tahun 1998. Kaus pertama Real Madrid disponsori oleh Zanussi, yang disepakati untuk musim 1982—1983, 1983—1984, dan 1984—1985. Setelah itu, Real Madrid disponsori oleh Parmalat dan Otaysa, sebelum kontrak jangka panjang dijalin bersama Teka pada tahun 1992. Pada tahun 2001, Real Madrid mengakhiri kontrak mereka dengan Teka dan untuk satu musim digunakan logo Realmadrid.com untuk mempromosikan situs web resmi klub. Kemudian, pada tahun 2002, mereka megadakan kesepakatan yang ditandatangani dengan Siemens Mobile dan pada tahun 2006, logo BenQ Siemens muncul di kaus klub. Sponsor di kaus klub Real Madrid saat ini adalah bwin.com menyusul masalah keuangan yang dialami BenQ Siemens.

Sejarah Realmadrid

Awal mula (1902—1945)

Awal mula Real Madrid dimulai saat sepak bola diperkenalkan ke Madrid oleh para akademisi dan mahasiswa dari Institución libre de enseñanza yang di dalamnya termasuk beberapa lulusan dari Universitas Oxford dan Universitas Cambridge. Mereka mendirikan Football Club Sky pada 1897 yang kemudian kerap bermain sepak bola secara rutin pada hari Minggu pagi di Moncloa. Klub ini kemudian terpecah menjadi dua pada tahun 1900, yaitu: New Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid. Klub terakhir terpecah lagi pada tahun 1902 yang kemudian menghasilkan pembentukan Madrid Football Club pada tanggal 6 Maret 1902. Tiga tahun setelah berdirinya, pada tahun 1905, Madrid FC merebut gelar pertama setelah mengalahkan Athletic Bilbao pada final Copa del Rey. Klub ini menjadi salah satu anggota pendiri dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol pada 4 Januari 1909 ketika presiden klub Adolfo Meléndez menandatangani perjanjian dasar pendirian Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol. Dengan beberapa alasan, klub ini kemudian pindah ke Campo de O’Donnell pada tahun 1912. Pada tahun 1920, nama klub diubah menjadi Real Madrid setelah Alfonso XIII dari Spanyol memperbolehkan klub menggunakan kata Real—yang berarti kerajaan—kepada klub ini.

Pada tahun 1929, Liga Spanyol didirikan. Real Madrid memimpin musim pertama liga sampai pertandingan terakhir, namun saat itu secara mengejutkan mereka kalah oleh Athletic Bilbao yang menyebabkan gelar yang sudah hampir pasti diraih, direbut oleh Barcelona. Real Madrid akhirnya berhasil memenangkan gelar La Liga pertama mereka pada musim 1931—1932. Real kemudian berhasil mempertahankan gelarnya pada tahun selanjutnya dan sukses menjadi klub Spanyol pertama yang menjuarai La Liga dua kali berturut-turut.

Era Santiago Bernabeu dan kesuksesan di Eropa (1945—1978)

Santiago Bernabéu Yeste terpilih menjadi presiden Real Madrid tahun 1943. Di bawah kepemimpinannya, Real Madrid kemudian berhasil membangun Stadion Santiago Bernabéu dan tempat berlatih klub di Ciudad Deportiva yang sebelumnya sempat rusak akibat Perang Saudara Spanyol. Pada 1953, Bernabeu kemudian mulai membangun tim dengan cara mendatangkan pemain-pemain asing, salah satunya adalah Alfredo Di Stéfano.

Pada tahun 1955, berdasar dari ide yang diusulkan oleh jurnalis olahraga Perancis dan editor dari L’Equipe, Gabriel Hanot, Bernabéu, Bedrignan, dan Gusztáv Sebes menciptakan sebuah turnamen sepak bola percobaan dengan mengundang klub-klub terbaik dari seluruh daratan Eropa. Turnamen ini kemudian menjadi dasar dari Liga Champions UEFA yang berlangsung saat ini. Di bawah bimbingan Bernabéu, Real Madrid memantapkan dirinya sebagai kekuatan utama dalam sepak bola, baik di Spanyol maupun di Eropa. Real Madrid memenangkan Piala Eropa lima kali berturut-turut antara tahun 1956 dan 1960, di antaranya kemenangan 7–3 atas klub Jerman, Eintracht Frankfurt pada tahun 1960. Setelah kelima berturut-turut sukses, Real secara permanen diberikan piala asli turnamen dan mendapatkan hak untuk memakai lencana kehormatan UEFA. Real Madrid kemudian memenangkan Piala Eropa untuk keenam kalinya pada tahun 1966 setelah mengalahkan FK Partizan 2–1 pada pertandingan final dengan komposisi tim yang seluruhnya terdiri dari pemain berkebangsaan Spanyol, sekaligus menjadi pertama kalinya dalam sejarah pertandingan Eropa. Tim ini kemudian dikenal lewat julukan “Ye-ye”. Nama “Ye-ye” berasal dari “Yeah, yeah, yeah” chorus dalam lagu The Beatles berjudul “She Loves You” setelah empat anggota tim berpose untuk harian Diario Marca mengenakan wig khas The Beatles. Generasi “Ye-ye” juga berhasil menjadi juara kedua Piala Champions pada tahun 1962 dan 1964.

Pada 1970-an, Real Madrid memenangi kejuaraan liga sebanyak 5 kali disertai 3 kali juara Piala Spanyol. Madrid kemudian bermain pada final Piala Winners UEFA pertamanya pada tahun 1971 dan kalah dengan skor 1–2 dari klub Inggris, Chelsea. Pada tanggal 2 Juli 1978, presiden klub Santiago Bernabéu meninggal ketika Piala Dunia FIFA sedang berlangsung di Argentina. FIFA kemudian menetapkan tiga hari berkabung untuk menghormati dirinya selama turnamen berlangsung. Tahun berikutnya, klub mengadakan Kejuaraan Trofi Santiago Bernabéu sebagai bentuk penghormatan pada mantan presidennya tersebut.

Naik turun, generasi Quinta del Buitre, dan Piala Eropa ketujuh (1980—2000)

Pada awal 1980-an, Real Madrid seperti kehilangan cengkeramannya di La Liga dan mereka membutuhkan waktu beberapa tahun untuk bisa kembali lagi menuju ke atas melalui bantuan beberapa bintang baru. Keberhasilan para bintang baru tersebut kemudian disebut oleh jurnalis olahraga Spanyol sebagai era generasi La Quinta del Buitre (“Lima Burung Nazar”), yang berasal dari nama el buitre (“burung nazar”), julukan yang diberikan kepada salah satu pemain Madrid saat itu, Emilio Butragueño. Anggota lainnya adalah Manuel Sanchís, Rafael Martín Vázquez, Miguel Pardeza, dan Míchel. Dengan La Quinta del Buitre (kemudian berkurang menjadi empat anggota ketika Miguel Pardeza meninggalkan klub dan pindah ke Real Zaragoza pada 1986) dan pemain terkenal seperti penjaga gawang Francisco Buyo, bek kanan Miguel Porlán Chendo, dan penyerang Meksiko Hugo Sanchez, Real Madrid berhasil bangkit dan memiliki kekuatan terbaik di daratan Spanyol dan Eropa pada paruh kedua tahun 1980-an. Hasilnya juga cukup signifikan: mereka berhasil memenangkan dua Piala UEFA, lima gelar Liga Spanyol berturut-turut, satu Piala Spanyol, dan tiga Piala Super Spanyol. Pada awal 1990-an, La Quinta del Buitre resmi berpisah setelah Rafael Martín Vázquez, Emilio Butragueno, dan Míchel meninggalkan klub.

Pada tahun 1996, Presiden Lorenzo Sanz menunjuk Fabio Capello sebagai pelatih. Meskipun masa jabatannya hanya berlangsung satu musim, Real Madrid berhasil menjadi juara La Liga lewat kontribusi Roberto Carlos, Predrag Mijatović, Davor Šuker, dan Clarence Seedorf yang membantu para pemain lokal seperti Raul Gonzalez, Fernando Hierro, Iván Zamorano, dan Fernando Redondo. Real Madrid kemudian menambah amunisi dengan kedatangan Fernando Morientes pada tahun 1997. Penantian mereka selama 32 tahun untuk bisa berjaya lagi di Eropa akhirnya berakhir pada tahun 1998 di bawah manajer Jupp Heynckes saat berhasil lolos ke Final Liga Champions UEFA dan mengalahkan Juventus dengan skor 1–0 berkat gol dari Predrag Mijatović.

Era saat ini (2000—sekarang)

Beberapa bulan usai meraih gelar Eropa kedelapannya, Real Madrid memilih presiden yang baru pada Juli 2000 dan yang terpilih adalah pengusaha Spanyol, Florentino Pérez. Dalam kampanyenya ia berjanji untuk menghapus utang klub dan memodernisasi fasilitas klub. Namun janji utamanya yang mendorong Pérez kepada kemenangan saat pemilihan adalah pembelian Luís Figo dari seteru abadi Madrid, yaitu Barcelona. Tahun berikutnya, klub membangun kamp pelatihan yang baru dan menggunakan uang yang mereka dapat dari tahun sebelumnya untuk memulai perekrutan pemain bintang—yang oleh jurnalis Spanyol disebut sebagai “Los Galácticos“—dengan mengontrak pemain-pemain seperti Zinédine Zidane, Ronaldo, Luís Figo, Roberto Carlos, Raúl González, dan David Beckham. Sempat menjadi perdebatan ketika pemain-pemain yang dibeli oleh Perez gagal menunjang prestasi klub, namun berhasil tertutupi oleh gelar Liga Champions kesembilan Madrid pada tahun 2002 yang disusul gelar Piala Interkontinental pada tahun yang sama dan diakhiri gelar La Liga pada tahun 2003. Namun sejak 2003 sampai 2006, sekalipun diisi barisan pemain bintang, klub gagal meraih satupun piala.

Ramón Calderón kemudian terpilih sebagai presiden klub pada 2 Juli 2006 dan kemudian ia mengangkat Fabio Capello sebagai pelatih baru dan Predrag Mijatović sebagai direktur sepak bola yang baru. Real Madrid memenangkan gelar La Liga pada tahun 2007 untuk pertama kalinya dalam empat tahun. Tetapi hanya beberapa saat usai memenangi gelar tersebut, Capello langsung dipecat. Pada musim 2007—2008, Real Madrid memenangkan liga domestik ke-31 kalinya di bawah asuhan pelatih Jerman, Bernd Schuster. Pada tanggal 1 Juni 2009, Florentino Pérez kembali menjadi presiden Real Madrid dan bertahan sampai saat ini. Pérez melanjutkan tradisinya mengontrak pemain bintang dengan membeli Kaká dari AC Milan dan kemudian membeli Cristiano Ronaldo dari Manchester United yang memecahkan rekor transfer dengan harga 80 juta pound sterling.